Laptop Mengalami No Bootable Device? Ini Cara Mengatasinya!

waktu baca 4 menit
Jumat, 4 Apr 2025 20:35 1 Tommy Prabowo

Pernah mengalami laptop yang tiba-tiba menampilkan pesan No Bootable Device saat dinyalakan? Ini adalah salah satu masalah yang cukup bikin panik, terutama kalau kamu nggak tahu penyebab dan cara mengatasinya. Masalah ini terjadi ketika sistem nggak bisa menemukan perangkat penyimpanan (hard drive atau SSD) yang berisi sistem operasi.

Laptop yang mengalami No Bootable Device biasanya nggak bisa masuk ke Windows sama sekali, hanya berhenti di layar hitam dengan pesan error. Tapi jangan khawatir! Masalah ini masih bisa diperbaiki dengan beberapa cara yang akan kita bahas di bawah.

Penyebab No Bootable Device pada Laptop

Sebelum masuk ke cara mengatasinya, kita perlu tahu dulu apa penyebab laptop menampilkan error ini. Berikut beberapa penyebab umumnya:

  1. Hard Drive atau SSD Tidak Terdeteksi Bisa jadi perangkat penyimpanan bermasalah atau koneksinya longgar.
  2. Sistem Operasi Rusak atau Hilang , File sistem yang corrupt atau terhapus bisa menyebabkan laptop nggak bisa booting.
  3. Pengaturan Boot Bermasalah yang terkadang, urutan boot di BIOS berubah sehingga sistem tidak menemukan perangkat yang benar.
  4. Jika partisi yang berisi boot manager bermasalah, sistem nggak bisa dijalankan.
  5. Malware tertentu bisa merusak file boot dan menyebabkan laptop gagal menemukan sistem operasi.
  6. Beberapa pembaruan Windows bisa menyebabkan perubahan pada pengaturan boot yang membuat sistem nggak bisa berjalan.

Jika laptop kamu mengalami No Bootable Device, kemungkinan ada masalah pada sistem booting. Namun, jika yang terjadi adalah laptop terus masuk ke mode perbaikan otomatis, simak solusi lengkapnya di Laptop Mengalami Preparing Automatic Repair? Begini Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi No Bootable Device pada Laptop

Sekarang kita masuk ke bagian paling penting, yaitu cara mengatasi error ini. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya :

1. Cek Koneksi Hard Drive atau SSD

Jika kamu baru saja membongkar laptop atau terjadi benturan, bisa jadi koneksi hard drive atau SSD longgar. Coba langkah berikut :

  • Matikan laptop dan cabut baterai (jika memungkinkan).
  • Buka casing belakang dan cek apakah hard drive atau SSD terpasang dengan benar.
  • Lepas dan pasang kembali perangkat penyimpanan untuk memastikan koneksi stabil.
  • Nyalakan kembali laptop dan lihat apakah pesan error masih muncul.

2. Masuk ke BIOS dan Periksa Boot Order

Kadang, pengaturan BIOS berubah sehingga sistem mencari boot dari perangkat yang salah. Untuk memperbaikinya :

  • Restart laptop dan tekan tombol F2, F12, Del, atau Esc (tergantung merek laptop) untuk masuk ke BIOS.
  • Cari menu Boot Order atau Boot Priority.
  • Pastikan hard drive atau SSD yang mengandung sistem operasi ditempatkan sebagai prioritas utama.
  • Simpan perubahan dan restart laptop.

3. Gunakan Perintah CMD untuk Memperbaiki Boot Sector

Jika sistem operasi rusak, kamu bisa mencoba memperbaikinya dengan Command Prompt :

  • Boot menggunakan flash drive Windows atau Advanced Startup Mode.
  • Pilih Repair your computer > Troubleshoot > Command Prompt.
  • Masukkan perintah berikut satu per satu, lalu tekan Enter setelah masing-masing perintah:
    ( bootrec /fixmbr , bootrec /scanos , bootrec /rebuildbcd , bootrec /fixboot )
  • Setelah selesai, restart laptop dan cek apakah masalahnya sudah teratasi.

4. Coba Boot dengan Mode Safe Mode

Jika Windows masih bisa masuk ke Safe Mode, kamu bisa mencoba memperbaiki sistem dengan cara berikut :

  • Restart laptop dan tekan F8 atau Shift + F8 sebelum Windows mulai.
  • Pilih Safe Mode with Networking.
  • Jika berhasil masuk, lakukan System Restore atau uninstall pembaruan yang mungkin menyebabkan masalah.

5. Gunakan System Restore

Jika laptop masih bermasalah setelah update atau instalasi software, kamu bisa mengembalikan sistem ke kondisi sebelumnya :

  • Boot dengan flash drive Windows atau mode Advanced Startup.
  • Pilih System Restore dan pilih titik pemulihan sebelum error terjadi.
  • Ikuti instruksi di layar dan tunggu prosesnya selesai.

6. Periksa Hard Drive atau SSD dengan CHKDSK

Kadang, error terjadi karena ada sektor rusak di hard drive atau SSD. Kamu bisa menggunakan perintah berikut untuk mengecek dan memperbaikinya :

  • Boot menggunakan Advanced Startup Mode atau flash drive Windows.
  • Buka Command Prompt dan ketik perintah berikut:chkdsk C: /f /r /x
  • Tunggu hingga proses selesai, lalu restart laptop.

7. Install Ulang Windows

Kalau semua cara di atas nggak berhasil, langkah terakhir adalah install ulang Windows. Ini akan menghapus semua data di drive sistem, jadi pastikan kamu sudah backup data penting.

  • Boot dengan flash drive Windows.
  • Pilih Install Now dan ikuti instruksi untuk menghapus partisi lama dan membuat instalasi baru.

Kesimpulan

Masalah No Bootable Device memang bisa bikin panik, tapi masih ada banyak cara untuk mengatasinya. Mulai dari cek koneksi hardware, mengatur ulang boot order di BIOS, hingga menggunakan perintah CMD untuk memperbaiki sektor boot.

Kalau semua cara gagal, langkah terakhir adalah install ulang Windows agar sistem bisa berjalan normal kembali. Semoga artikel ini membantu dan laptop kamu bisa kembali nyala seperti sedia kala!

Tommy Prabowo

Ada satu hal yang lebih penting dibandingkan kegagalan, yaitu mensyukuri semua yang telah terjadi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA